Selasa, 29 Oktober 2013

Training Perencanaan Keuangan Masa Pensiun


Training Perencanaan Keuangan Masa Pensiun



Overview

Seminar ini ditujukan untuk peserta perorangan maupun perusahaan untuk mempersiapkan masa pensiun melalui proses perencanaan keuangan.
Bidang perencanaan keuangan semakin berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik di Asia, dan Indonesia seiring dengan semakin banyaknya pilihan produk dan jasa layanan institusi keuangan lokal dan global, juga teknologi merupakan kesempatan sekaligus tantangan yang mau tidak mau dihadapi seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu diperlukan pengetahuan sekaligus kemampuan untuk mengelola pendapatan dan pada saat yang sama memaksimalkan nilai sejumlah kekayaan yang dimiliki individu dan keluarga maupun maupun para pelaku bisnis atau pengusaha.

Tujuan

1. Past & Present: Mengumpulan informasi atas semua aktiva dan kewajiban - Memulai diskusi tentang siapa, keluarga dan bisnis. Apa keinginan dan tujuan keuangan yang ingin dicapai. Memeriksa dan memperbarui kondisi keuangan saat ini - Mendorong mereka untuk mendiskusikan rencana atas apa keinginan dan tujuan keuangan yang ingin dicapai. - Meninjau ketidakpastian yang relevan dalam proses perencanaan yang terus berkesinambungan. - Menentukan distribusi aset mereka setelah kematian mereka - Membahas pengaturan mereka pemakaman - Melibatkan pengacara dan akuntan mereka, dan setiap penasihat terpercaya lainnya
2. Memahami Uang Dan Evolusinya: Terkait dengan perencanaan keuangan maupun up date industri perencanaan keuangan.
3. Teori Akademik: Matetmatika terkait indicator ekonomi, dan rasio keuangan. Alat bantu dasar yang digunakan dalam perhitungan perencanaan keuangan.
4. Simulasi: Memahami dan simulasi perhitungan kebutuhan keuangan pada masa pensiun berdasarkan kebutuhan perorangan, keluarga dan bisnis.
5. Implementasi: memahami pilihan produk, jasa layanan dari berbagai institusi keuangan dan bidang usaha.
6. Tips: Sharing pengalaman dari para pelaku bisnis atau pengusaha.

Course Highlight

Seminar ini dibuat, disusun dan diperuntukan untuk semua produk dan jasa layanan di berbagai bidang industri. Terdiri dari penjelasan teori dengan contoh-contoh dan latihan praktis yang memberikan wawasan pemikiran untuk pengambilan keputusan dalam merencanakan keuangan masa pensiun.

Durasi
2 (dua) hari x 7 jam

Sasaran Peserta

Target peserta adalah perorangan, baik karyawan maupun pelaku bisnis atau pengusaha yang ingin memiliki pengetahuan dan kemampuan sebagai praktisi Perencanaan Keuangan. Pelatihan ini merupakan program yang ditujukan bagi pemula.

Metode

-        Tatap Muka

-    Diskusi

-    Simulasi

Rabu, 16 Oktober 2013

4 Pilihan Investasi Untuk Dana Pendidikan


4 Pilihan Investasi Untuk Dana Pendidikan


Happy parents, penting sekali untuk menyiapkan dana pendidikan untuk anak sejak dini. Sebab, kenaikan biaya pendidikan cukup tinggi, mulai dari 12 hingga 15 persen per tahun. Bahkan, ada perguruan tinggi swasta yang menaikkan biaya pendidikan hingga 40 persen setiap tahun.



Seorang Perencana keuangan Imelda Tarigan mengatakan saat ini biaya pendidikan perguruan tinggi sekitar Rp60 juta hingga Rp 125 juta.

Sebelum menentukan jenis investasi pendidikan, sebaiknya orang tua mengetahui lebih dahulu berapa perkiraan dana pendidikan yang dibutuhkan. Tak sedikit orang membeli produk tanpa memikirkan manfaat dari tujuan tersebut. Bahkan orang tua cenderung membeli produk karena ditempeli pendidikan di belakangnya.

Asumsikan biaya pendidikan per jenjangnya. Jenjang pendidikan TK hingga SMA asumsikan mengalami inflasi 20% per tahun sedangkan tingkat sarjana, 15%.

Sebaiknya orang tua menyiapkan dana pendidikan sejak semasa hamil. Bahkan, pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak juga perlu menyiapkan dana pendidikan karena usia bertambah, sementara belum tahu kapan akan hamil. Jika hamil di usia  lanjut,  jangka waktu usia produktif semakin pendek sementara anak masih kecil.


Berikut ini 4 pilihan investasi pendidikan

1. Asuransi pendidikan
Sesuai fungsinya, asuransi adalah untuk proteksi. Pemilik asuransi  adalah ayah atau ibu yang menjadi pencari nafkah utama. Pemilik asuransi diharuskan membayar premi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai pilihan. Keuntungannya, pemilik asuransi akan mendapatkan dana tiap kali putra-putri memasuki jenjang pendidikan baru, SD, SMP, SMA, dan PT. Selain itu dana asuransi  akan tetap diberikan jika pemiliknya meninggal dunia dengan tanpa membayar premi lagi. Sebaliknya dana yang diambil sebelum waktunya akan dikenakan pinalti, diharuskan membayar dalam jumlah tertentu.

2. Deposito
Hampir sama dengan menabung, deposito adalah menyimpan uang di bank, tapi bunganya lebih besar yaitu sekitar 6% per tahun. Hanya saja bank mensyaratkan jumlah minimal untuk bisa membuka deposito yaitu Rp  8.000.000. Anda tak bisa mengambil uang kapan saja seperti tabungan. Uang yang didepositokan tak bisa ditarik untuk jangka waktu tertentu, 1 bulan, 3 bulan atau 1 tahun. Dana deposito bisa digunakan untuk kebutuhan jangka pendek seperti uang les.

3. Properti
Membeli tanah atau rumah. Dua jenis investasi ini hasilnya cukup besar, meski baru bisa dinikmati dalam waktu panjang. Anda bisa membeli properti dengan perhitungan akan menjualnya 7 atau 10 tahun mendatang saat harganya sudah tinggi. Artinya properti itu dibeli ketika anak masih kecil dan direncanakan untuk masuk perguruan tinggi. Bisa juga dengan menyewakan properti tersebut. Hasil sewanya bisa digunakan untuk biaya pendidikan bulanan. Yang perlu diingat adalah menjual properti butuh waktu, sulit terjual dalam waktu 2 hari.

4. Reksadana
Investasi yang uangnya dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Laporan perkembangan reksadana akan dikirim setiap satu atau beberapa bulan sekali.
Reksadana ada beberapa jenis, jadi dapat digunakan secara berkala sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak. Reksadana dapat digunakan untuk melawan inflasi pendidikan yang tinggi. Reksadana juga dapat dibeli kapan saja dan dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Reksadana ini produk yang teregulasi dengan sangat baik oleh Bapepam-LK sehingga para pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan tindakannya. Setiap jenis reksadana memiliki risiko dan hasil investasi yang berbeda-beda. Jenis  reksadana  antara lain,  pasar uang, pendapatan tetap, saham. Ada juga reksadana terproteksi dan reksadana penyertaan terbatas.
Let's start plan a bright future for kids now!

Jumat, 11 Oktober 2013

Uang Anda, Bagaimana Mengelolanya?


Uang Anda, Bagaimana Mengelolanya?





“Saya tidak datang dari keluarga yang mampu, tapi juga bukan dari keluarga yang tidak mampu, biasa saja namun hidup kami berkecukupan. Sekalipun ayah saya seorang dokter namun dia tidak pasang tarif yang mahal, sehingga hidup kami ya pas saja tidak lebih tapi juga tidak kurang. Orang tua saya adalah pekerja keras yang menabung dengan giat selama bertahun-tahun dan hal inilah yang selalu ditanamkan dalam diri saya, seberapa banyaknya penghasilan yang kamu terima jangan kamu habiskan begitu saja…ingat hidupmu ingat masa depanmu. Jadi sekalipun ayah saya tidak pernah sekolah tentang perencanaan keuangan namun dia mengetahui prinsip-prinsip sederhana tentang perencanaan keuangan yaitu menabung”. 

Pembaca,  demikian sekilas  latar  belakang keluarga  dan prinsip  keuangan  penulis. 
Problem setiap keluarga dalam mengatasi masalah keuangannya bukan soal berapa besar penghasilan yang diperoleh, namun bagaimana mereka mengelola keuangan mereka. Karena berapapun besarnya penghasilan Anda namun jika Anda tidak mampu mengelolanya dengan baik, maka Anda akan mengalami kekurangan dan berakhir dengan mengutang ke sana kemari.
Berapa % dana yang perlu ditabung setiap bulan, tergantung dari berapa besar penghasilan Anda dan berapa besar kebutuhan setiap bulan dan rencana keuangan Anda di masa depan.
Bagaimana memulainya?

1.     Kenali Pola Hidup Anda
Anda harus mengenali pola hidup Anda setiap bulan. Berapa pengeluaran Anda, karena kondisi keuangan Anda adalah cermin dari cara hidup Anda. Anda dapat mengenali pola pengeluaran bulanan dengan memperhatikan cara Anda melaksanakan kegiatan sehari-hari. Mencatat pengeluaran adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan namun kita perlu melakukannya paling tidak sekali setahun untuk dapat mengenali pola tersebut.

2.     Bertanggung Jawab Atas Pinjaman
Berikutnya adalah bagaimana memastikan pinjaman yang bertanggung jawab. Jika ingin memiliki rumah dan mobil maka Anda membutuhkan kredit kepemilikan rumah dan kredit kepemilikan kendaraan. Anda juga harus memastikan apakah dana yang dimiliki cukup untuk meminjam, karena dengan  meminjam Anda punya tanggung jawab untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Dalam melakukan perencanaan keuangan, sebaiknya total cicilan bulanan tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan Anda. Jadi pastikan, cicilan yang diambil bukan cicilan konsumtif atau cicilan kartu kredit.

3.     Sisihkan Terlebih Dulu untuk Menabung
Nah untuk memulai menabung, jangan menunggu sisa dari gaji setiap bulan. Karena menabung menjadi sebuah proses yang sulit dilaksanakan. Karena jika kita punya uang di tangan, maka naluri akan membuat ingin membeli apa saja yang kita inginkan, batasannya adalah jika uang itu habis. Oleh karena itu cara yang paling tepat untuk menabung adalah menyisihkan terlebih dahulu di depan saat menerima gaji. Tentukan saja mau berapa persen, minimal dimulai dengan angka 10 %. Dengan menabung, Anda berhasil menyelamatkan uang Anda dari nafsu belanja sendiri.

4.     Buat Rekening Belanja.
Saya termasuk orang yang suka belanja. Jadi kalau tidak pandai menggelola uang, maka saya tidak punya kesempatan untuk menyisihkan untuk masa depan saya.Karena itu saya menyisihkan sejumlah uang dari penghasilan saya dan memasukkannya ke dalam sebuah account/rekening khusus yang saya sebut:             rekening belanja.” Melalui rekening tersebut, saya bisa memisahkan uang yang memang bebas dibelanjakan tanpa rasa bersalah. Kalau tidak dipisahkan maka akan tercampur uang untuk dana pendidikan anak, dana kesehatan dengan uang belanja untuk kesenangan saya. Akhirnya saya bingung sendiri dengan dipisahkan dalam rekening khusus, saya tetap punya dana pendidikan anak, dana untuk kesehatan dan tetap bisa belanja tanpa rasa bersalah. Demikian juga, jika Anda ingin belanja dengan damai tanpa rasa salah, sisihkan terlebih dahulu berapa % dari penghasilan Anda yang akan digunakan untuk belanja, berapa % uang anda yang anda alokasikan untuk dana kesehatan dan berapa % dari uang  yang Anda alokasikan untuk dana pendidikan anak.

5.     Buat Rencana Keuangan.
Terakhir, membuat system atau  mekanismenya. Rencana Keuangan adalah sebuah cara sistematis untuk terus-menerus memperbaiki keuangan Anda. Biasanya kita akan langsung membeli produk karena tergiur harga yang murah. Dengan sebuah rencana kita akan dituntun untuk memeriksa dahulu keuangan kita, menentukan tujuan finansial, baru berhitung. Produk keuangan dan investasi akan dipilih belakangan dan disesuaikan demi mencapai tujuan finansial.
Rencana keuangan ini dapat kita buat sendiri – tentunya dengan limit dan batasan tertentu.
Rencana keuangan bisa juga dibuat bersama perencana keuangan yang independen yang profesional di bidangnya. Apapun pilihan Anda, pastikan Anda memiliki sebuah rencana keuangan. Saya sendiri merasakan perubahannya mulai dari membuat rencana  keuangan keluarga. Saldo rendah, kehabisan uang sudah tidak asing lagi dalam obrolan saya dan keluarga maupun teman-teman saya. Sekarang rasanya lebih tenang, karena tahu uang ada dari mana, disimpan di mana dan siap untuk apa saja.

Sekarang bagaimana dengan Anda?
Berapa penghasilan Anda setiap bulan? 1 juta? 5 juta? 10 juta? 20 juta? 50 juta? Atau bahkan ada yang sudah melebihi angka 100 juta rupiah? Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut, namun bagaimana Anda mengatur penghasilan ini dan bermanfaat di masa depan.
Berapapun penghasilan Anda, apapun posisi Anda sebagai karyawan, atau sebagai pengusaha, Anda punya tanggung jawab untuk mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan ada hal baik yang Anda temukan dari sharing penulis.