4 Pilihan Investasi Untuk Dana Pendidikan
Happy parents, penting sekali untuk menyiapkan dana
pendidikan untuk anak sejak dini. Sebab, kenaikan biaya pendidikan cukup
tinggi, mulai dari 12 hingga 15 persen per tahun. Bahkan, ada perguruan tinggi
swasta yang menaikkan biaya pendidikan hingga 40 persen setiap tahun.
Seorang Perencana keuangan Imelda Tarigan mengatakan saat ini
biaya pendidikan perguruan tinggi sekitar Rp60 juta hingga Rp 125 juta.
Sebelum menentukan jenis investasi pendidikan, sebaiknya orang
tua mengetahui lebih dahulu berapa perkiraan dana pendidikan yang
dibutuhkan. Tak sedikit orang membeli produk tanpa memikirkan manfaat dari
tujuan tersebut. Bahkan orang tua cenderung membeli produk karena ditempeli
pendidikan di belakangnya.
Asumsikan biaya pendidikan per jenjangnya. Jenjang pendidikan TK
hingga SMA asumsikan mengalami inflasi 20% per tahun sedangkan tingkat sarjana,
15%.
Sebaiknya orang tua menyiapkan dana pendidikan sejak
semasa hamil. Bahkan, pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak juga
perlu menyiapkan dana pendidikan karena usia bertambah, sementara belum tahu
kapan akan hamil. Jika hamil di usia lanjut, jangka waktu usia produktif
semakin pendek sementara anak masih kecil.
Berikut ini 4 pilihan investasi pendidikan
1. Asuransi pendidikan
Sesuai fungsinya, asuransi adalah untuk proteksi. Pemilik
asuransi adalah ayah atau ibu yang menjadi pencari nafkah utama. Pemilik
asuransi diharuskan membayar premi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai
pilihan. Keuntungannya, pemilik asuransi akan mendapatkan dana tiap kali
putra-putri memasuki jenjang pendidikan baru, SD, SMP, SMA, dan PT. Selain itu
dana asuransi akan tetap diberikan jika pemiliknya meninggal dunia dengan
tanpa membayar premi lagi. Sebaliknya dana yang diambil sebelum waktunya akan
dikenakan pinalti, diharuskan membayar dalam jumlah tertentu.
2. Deposito
Hampir sama dengan menabung, deposito adalah menyimpan uang di
bank, tapi bunganya lebih besar yaitu sekitar 6% per tahun. Hanya saja bank
mensyaratkan jumlah minimal untuk bisa membuka deposito yaitu Rp
8.000.000. Anda tak bisa mengambil uang kapan saja seperti tabungan. Uang yang
didepositokan tak bisa ditarik untuk jangka waktu tertentu, 1 bulan, 3 bulan
atau 1 tahun. Dana deposito bisa digunakan untuk kebutuhan jangka pendek
seperti uang les.
3. Properti
Membeli tanah atau rumah. Dua jenis investasi ini hasilnya cukup
besar, meski baru bisa dinikmati dalam waktu panjang. Anda bisa membeli
properti dengan perhitungan akan menjualnya 7 atau 10 tahun mendatang saat
harganya sudah tinggi. Artinya properti itu dibeli ketika anak masih kecil dan
direncanakan untuk masuk perguruan tinggi. Bisa juga dengan menyewakan properti
tersebut. Hasil sewanya bisa digunakan untuk biaya pendidikan bulanan. Yang
perlu diingat adalah menjual properti butuh waktu, sulit terjual dalam waktu 2
hari.
4. Reksadana
Investasi yang uangnya dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen
investasi. Laporan perkembangan reksadana akan dikirim setiap satu atau
beberapa bulan sekali.
Reksadana ada beberapa jenis, jadi dapat digunakan secara
berkala sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak. Reksadana
dapat digunakan untuk melawan inflasi pendidikan yang tinggi. Reksadana juga
dapat dibeli kapan saja dan dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku
di prospektus. Reksadana ini produk yang teregulasi dengan sangat baik oleh
Bapepam-LK sehingga para pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan
tindakannya. Setiap jenis reksadana memiliki risiko dan hasil investasi yang
berbeda-beda. Jenis reksadana antara lain, pasar uang,
pendapatan tetap, saham. Ada juga reksadana terproteksi dan reksadana
penyertaan terbatas.
Let's start plan a bright
future for kids now!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar