Jumat, 11 Oktober 2013

Uang Anda, Bagaimana Mengelolanya?


Uang Anda, Bagaimana Mengelolanya?





“Saya tidak datang dari keluarga yang mampu, tapi juga bukan dari keluarga yang tidak mampu, biasa saja namun hidup kami berkecukupan. Sekalipun ayah saya seorang dokter namun dia tidak pasang tarif yang mahal, sehingga hidup kami ya pas saja tidak lebih tapi juga tidak kurang. Orang tua saya adalah pekerja keras yang menabung dengan giat selama bertahun-tahun dan hal inilah yang selalu ditanamkan dalam diri saya, seberapa banyaknya penghasilan yang kamu terima jangan kamu habiskan begitu saja…ingat hidupmu ingat masa depanmu. Jadi sekalipun ayah saya tidak pernah sekolah tentang perencanaan keuangan namun dia mengetahui prinsip-prinsip sederhana tentang perencanaan keuangan yaitu menabung”. 

Pembaca,  demikian sekilas  latar  belakang keluarga  dan prinsip  keuangan  penulis. 
Problem setiap keluarga dalam mengatasi masalah keuangannya bukan soal berapa besar penghasilan yang diperoleh, namun bagaimana mereka mengelola keuangan mereka. Karena berapapun besarnya penghasilan Anda namun jika Anda tidak mampu mengelolanya dengan baik, maka Anda akan mengalami kekurangan dan berakhir dengan mengutang ke sana kemari.
Berapa % dana yang perlu ditabung setiap bulan, tergantung dari berapa besar penghasilan Anda dan berapa besar kebutuhan setiap bulan dan rencana keuangan Anda di masa depan.
Bagaimana memulainya?

1.     Kenali Pola Hidup Anda
Anda harus mengenali pola hidup Anda setiap bulan. Berapa pengeluaran Anda, karena kondisi keuangan Anda adalah cermin dari cara hidup Anda. Anda dapat mengenali pola pengeluaran bulanan dengan memperhatikan cara Anda melaksanakan kegiatan sehari-hari. Mencatat pengeluaran adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan namun kita perlu melakukannya paling tidak sekali setahun untuk dapat mengenali pola tersebut.

2.     Bertanggung Jawab Atas Pinjaman
Berikutnya adalah bagaimana memastikan pinjaman yang bertanggung jawab. Jika ingin memiliki rumah dan mobil maka Anda membutuhkan kredit kepemilikan rumah dan kredit kepemilikan kendaraan. Anda juga harus memastikan apakah dana yang dimiliki cukup untuk meminjam, karena dengan  meminjam Anda punya tanggung jawab untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Dalam melakukan perencanaan keuangan, sebaiknya total cicilan bulanan tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan Anda. Jadi pastikan, cicilan yang diambil bukan cicilan konsumtif atau cicilan kartu kredit.

3.     Sisihkan Terlebih Dulu untuk Menabung
Nah untuk memulai menabung, jangan menunggu sisa dari gaji setiap bulan. Karena menabung menjadi sebuah proses yang sulit dilaksanakan. Karena jika kita punya uang di tangan, maka naluri akan membuat ingin membeli apa saja yang kita inginkan, batasannya adalah jika uang itu habis. Oleh karena itu cara yang paling tepat untuk menabung adalah menyisihkan terlebih dahulu di depan saat menerima gaji. Tentukan saja mau berapa persen, minimal dimulai dengan angka 10 %. Dengan menabung, Anda berhasil menyelamatkan uang Anda dari nafsu belanja sendiri.

4.     Buat Rekening Belanja.
Saya termasuk orang yang suka belanja. Jadi kalau tidak pandai menggelola uang, maka saya tidak punya kesempatan untuk menyisihkan untuk masa depan saya.Karena itu saya menyisihkan sejumlah uang dari penghasilan saya dan memasukkannya ke dalam sebuah account/rekening khusus yang saya sebut:             rekening belanja.” Melalui rekening tersebut, saya bisa memisahkan uang yang memang bebas dibelanjakan tanpa rasa bersalah. Kalau tidak dipisahkan maka akan tercampur uang untuk dana pendidikan anak, dana kesehatan dengan uang belanja untuk kesenangan saya. Akhirnya saya bingung sendiri dengan dipisahkan dalam rekening khusus, saya tetap punya dana pendidikan anak, dana untuk kesehatan dan tetap bisa belanja tanpa rasa bersalah. Demikian juga, jika Anda ingin belanja dengan damai tanpa rasa salah, sisihkan terlebih dahulu berapa % dari penghasilan Anda yang akan digunakan untuk belanja, berapa % uang anda yang anda alokasikan untuk dana kesehatan dan berapa % dari uang  yang Anda alokasikan untuk dana pendidikan anak.

5.     Buat Rencana Keuangan.
Terakhir, membuat system atau  mekanismenya. Rencana Keuangan adalah sebuah cara sistematis untuk terus-menerus memperbaiki keuangan Anda. Biasanya kita akan langsung membeli produk karena tergiur harga yang murah. Dengan sebuah rencana kita akan dituntun untuk memeriksa dahulu keuangan kita, menentukan tujuan finansial, baru berhitung. Produk keuangan dan investasi akan dipilih belakangan dan disesuaikan demi mencapai tujuan finansial.
Rencana keuangan ini dapat kita buat sendiri – tentunya dengan limit dan batasan tertentu.
Rencana keuangan bisa juga dibuat bersama perencana keuangan yang independen yang profesional di bidangnya. Apapun pilihan Anda, pastikan Anda memiliki sebuah rencana keuangan. Saya sendiri merasakan perubahannya mulai dari membuat rencana  keuangan keluarga. Saldo rendah, kehabisan uang sudah tidak asing lagi dalam obrolan saya dan keluarga maupun teman-teman saya. Sekarang rasanya lebih tenang, karena tahu uang ada dari mana, disimpan di mana dan siap untuk apa saja.

Sekarang bagaimana dengan Anda?
Berapa penghasilan Anda setiap bulan? 1 juta? 5 juta? 10 juta? 20 juta? 50 juta? Atau bahkan ada yang sudah melebihi angka 100 juta rupiah? Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut, namun bagaimana Anda mengatur penghasilan ini dan bermanfaat di masa depan.
Berapapun penghasilan Anda, apapun posisi Anda sebagai karyawan, atau sebagai pengusaha, Anda punya tanggung jawab untuk mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan ada hal baik yang Anda temukan dari sharing penulis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar