Uang Anda, Bagaimana Mengelolanya?
“Saya tidak datang
dari keluarga yang mampu, tapi juga bukan dari keluarga yang tidak mampu, biasa
saja namun hidup kami berkecukupan. Sekalipun ayah saya seorang dokter namun
dia tidak pasang tarif yang mahal, sehingga hidup kami ya pas saja tidak lebih
tapi juga tidak kurang. Orang tua saya adalah pekerja keras yang menabung
dengan giat selama bertahun-tahun dan hal inilah yang selalu ditanamkan dalam
diri saya, seberapa banyaknya penghasilan yang kamu terima jangan kamu habiskan
begitu saja…ingat hidupmu ingat masa depanmu. Jadi sekalipun ayah saya tidak
pernah sekolah tentang perencanaan keuangan namun dia mengetahui
prinsip-prinsip sederhana tentang perencanaan keuangan yaitu menabung”.
Pembaca, demikian sekilas latar
belakang keluarga dan
prinsip keuangan penulis.
Problem setiap
keluarga dalam mengatasi masalah keuangannya bukan soal berapa besar
penghasilan yang diperoleh, namun bagaimana mereka mengelola keuangan mereka.
Karena berapapun besarnya penghasilan Anda namun jika Anda tidak mampu mengelolanya
dengan baik, maka Anda akan mengalami kekurangan dan berakhir dengan mengutang
ke sana kemari.
Berapa % dana yang
perlu ditabung setiap bulan, tergantung dari berapa besar penghasilan Anda dan
berapa besar kebutuhan setiap bulan dan rencana keuangan Anda di masa depan.
Bagaimana memulainya?
1.
Kenali Pola Hidup Anda
Anda harus mengenali pola hidup Anda setiap bulan. Berapa
pengeluaran Anda, karena kondisi keuangan Anda adalah cermin dari cara hidup Anda.
Anda dapat mengenali pola pengeluaran bulanan dengan memperhatikan cara Anda
melaksanakan kegiatan sehari-hari. Mencatat pengeluaran adalah pekerjaan yang
tidak menyenangkan namun kita perlu melakukannya paling tidak sekali setahun
untuk dapat mengenali pola tersebut.
2.
Bertanggung Jawab Atas Pinjaman
Berikutnya
adalah bagaimana memastikan pinjaman yang bertanggung jawab. Jika ingin memiliki
rumah dan mobil maka Anda membutuhkan kredit kepemilikan rumah dan kredit
kepemilikan kendaraan. Anda juga harus memastikan apakah dana yang dimiliki
cukup untuk meminjam, karena dengan meminjam
Anda punya tanggung jawab untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Dalam
melakukan perencanaan keuangan, sebaiknya total cicilan bulanan tidak melebihi
30% dari penghasilan bulanan Anda. Jadi pastikan, cicilan yang diambil bukan
cicilan konsumtif atau cicilan kartu kredit.
3.
Sisihkan Terlebih Dulu untuk Menabung
Nah
untuk memulai menabung, jangan menunggu sisa dari gaji setiap bulan. Karena
menabung menjadi sebuah proses yang sulit dilaksanakan. Karena jika kita punya
uang di tangan, maka naluri akan membuat ingin membeli apa saja yang kita inginkan,
batasannya adalah jika uang itu habis. Oleh karena itu cara yang paling tepat
untuk menabung adalah menyisihkan terlebih dahulu di depan saat menerima gaji. Tentukan saja mau berapa persen, minimal
dimulai dengan angka 10 %. Dengan menabung, Anda berhasil menyelamatkan uang
Anda dari nafsu belanja sendiri.
4.
Buat Rekening Belanja.
Saya
termasuk orang yang suka belanja. Jadi kalau tidak pandai menggelola uang, maka saya tidak
punya kesempatan untuk menyisihkan untuk masa depan saya.Karena itu saya menyisihkan sejumlah uang dari penghasilan
saya dan memasukkannya ke dalam sebuah account/rekening khusus yang saya sebut: ”rekening belanja.”
Melalui rekening tersebut, saya bisa memisahkan uang yang memang bebas
dibelanjakan tanpa rasa bersalah. Kalau tidak dipisahkan maka akan tercampur
uang untuk dana pendidikan anak, dana kesehatan dengan uang belanja untuk
kesenangan saya. Akhirnya saya bingung sendiri dengan dipisahkan dalam rekening
khusus, saya tetap punya dana pendidikan anak, dana untuk kesehatan dan tetap
bisa belanja tanpa rasa bersalah. Demikian juga, jika Anda ingin belanja dengan
damai tanpa rasa salah, sisihkan terlebih dahulu berapa % dari penghasilan Anda
yang akan digunakan untuk belanja, berapa % uang anda yang anda alokasikan
untuk dana kesehatan dan berapa % dari uang
yang Anda alokasikan untuk dana pendidikan anak.
5.
Buat Rencana Keuangan.
Terakhir,
membuat system atau mekanismenya.
Rencana Keuangan adalah sebuah cara sistematis untuk terus-menerus memperbaiki
keuangan Anda. Biasanya
kita akan langsung membeli produk karena tergiur harga yang murah. Dengan
sebuah rencana kita akan dituntun untuk memeriksa dahulu keuangan kita,
menentukan tujuan finansial, baru berhitung. Produk keuangan dan investasi akan
dipilih belakangan dan disesuaikan demi mencapai tujuan finansial.
Rencana
keuangan ini dapat kita buat sendiri – tentunya dengan limit dan batasan
tertentu.
Rencana
keuangan bisa juga dibuat bersama perencana keuangan yang independen yang
profesional di bidangnya. Apapun pilihan Anda, pastikan Anda memiliki sebuah
rencana keuangan. Saya sendiri merasakan perubahannya mulai dari membuat
rencana keuangan keluarga. Saldo rendah, kehabisan uang sudah tidak asing
lagi dalam obrolan saya dan keluarga maupun teman-teman saya. Sekarang rasanya
lebih tenang, karena tahu uang ada dari mana, disimpan di mana dan siap untuk
apa saja.
Sekarang bagaimana dengan Anda?
Berapa penghasilan
Anda setiap bulan? 1 juta? 5 juta? 10 juta? 20 juta? 50 juta? Atau bahkan ada
yang sudah melebihi angka 100 juta rupiah? Saya tidak mempermasalahkan hal
tersebut, namun bagaimana Anda mengatur penghasilan ini dan bermanfaat di masa
depan.
Berapapun penghasilan
Anda, apapun posisi Anda sebagai karyawan, atau sebagai pengusaha, Anda punya
tanggung jawab untuk mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan ada
hal baik yang Anda temukan dari sharing penulis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar